Menembus keramaian Surabaya dengan GPS manual

Minggu, 12 Mei 2013

Akhir-akhir ini aku rasa tak pernah sekalipun keluar untuk berlibur. Rasanya sumpek. Hari mingguku hanya berkutat dengan aktifitas di rumah. Maka aku tak menolak ketika Fifi (sahabatku) mengajak ke Surabaya dengan naik motor. ganjil juga ajakan ini secara kita tak mengerti rute dan jalur di kota Surabaya. Ini memang bukan pertama kalinya kita ke sana. Tapi sebelumnya kita ke sana dengan naik angkot. Tinggal cari tahu naik angkot apa buat sampai ke tujuan sudah bisa sampai meskipun tak mengenal rutenya. Nah, yang ini namanya nekat. Pertama kali naik motor menembus keramaian kota pahlawan tanpa mengenal rutenya. Karena kata teman-teman kalau sudah salah jalan, sulit buat baliknya. Tapi aku biarkan saja tanya menari-nari di benakku.

Rencanaku berangkat jam 06.00 dari rumah molor menjadi jam 06.30 karena masih menyelesaikan pekerjaan di rumah. Aku sampai di Sampang dengan naik bis mini jurusan Kamal sekitar jam 08.00. Fifi sudah menungguku di Terminal Sampang. Kami mampir sebentar ke kontrakan Fifi untuk menaruh beberapa barangku sekalian prepare untuk memulai perjalanan ini. Tanyaku terjawab sudah setelah Fifi menjelaskan bahwa dia ingin membeli beberapa barang untuk keperluan esok. Tepat jam 08.15 kami meninggalkan Kota sampang. Tak banyak yang dapat kuceritakan mengenai perjalanan dari Sampang ke Tangkel karena jalan ini sudah sering kami lalui setiap balik ke Telang sehingga tak banyak kendala berarti.

Sampai di Tangkel pas mau belok ke arah jembatan Suramadu beberapa polisi beroperasi memberhentikan beberapa motor di depan kami. Jantung udah berpacu lebih cepat dari motor yang kami kendarai. Tapi polisi tersebut membiarkan kami melanjutkan perjalanan tanpa memberhentikan kami. Kami dapat bernafas lega. Mungkin karena motor yang kami kendarai berplat merah dan jaket kami seragam sehingga mungkin mereka berpikir kami pegawai yang sedang tugas lapangan, hehe. udah berasa jadi PNS aja. Di sinilah ekspedisi kami baru dimulai saat memasuki tol Suramadu dengan tarif Rp. 3.000 untuk sepeda motor. niatnya kami ingin jeprat-jepret dulu dengan background Suramadu. tapi karena hasilnya gelap dan gak Jelas kita urung dan melanjutkan perjalanan agar cepat sampai tujuan.Setelah melintas di jembatan terpanjang seAsia ini aku membuka senjata berupa selembar kertas dengan coretan garis-garis yang membentuk rute sebagai petunjuk jalan yang akan kami tempuh. ini dia nih petanya:

2013-05-13 11.15.21

GPS manual Suramadu-Royal Plaza

Kami lurus dan baru belok kanan di lampu merah perempatan pertama sesuai dengan peta yang dibuatkan suami Fifi ini. Sebenarnya bingung juga karena banyak lampu merah yang telah kami lewati. Dengan ingatan Fifi yang samar-samar tentang jalan ini motor belok kiri tepat di lampu merah di perempatan yang mengarah ke THR (Taman Hiburan Remaja) Surabaya. Kekhawatiran kami terkikis setelah melihat THR berdiri tegak di sisi kiri jalan. Kami pun bersorak girang di atas motor, hehe.

patokan selanjutnya adalah Hotel Syahid Surabaya. Kami harus belok kiri di seberang hotel ini. Kita lurus terus hingga aku melihat Hotel Syahid baru saja kami lewati. Alamak kita salah jalan, gimana muternya ini? Kita terus melaju mencari rambu berbentuk panah melengkung untuk putar balik. Di sini terjadi kerancuan. Di peta kami akan sampai di air mancur setelah belok kiri di Hotel Syahid. Jangan-jangan petanya yang salah atau memang bukan air mancur ini yang di maksud. Untuk menghilangkan keraguan aku menghampiri seorang wanita yang tengah menemani buah hatinya bermain di taman ini. Menanyakan jalan untuk menuju Royal Plaza. Orang ini menunjukkan arah lurus kemudian belok kiri, belok kanan dan sebagainya yang membuatku tambah bingung. Tanpa rasa malu aku keluarkan selembar kertas yang menjadi penunjuk jalanku. Syukurlah orang ini sangat faham dan memberitahuku untuk putar balik dan belok kanan di hotel Syahid tadi. Setelah mengucapkan terima kasih kami mengikuti intruksi wanita tadi. Benar saja kami bertemu dengan kali yang di sebelahnya terdapat Monumen Kapal Selam. Asyik, jalan kami sudah mulai benderang. Tinggal belok kiri di perempatan air mancur dan lurus terus sampai bertemu dengan Royal Plaza di kanan jalan. Kami memilih untuk tak singgah di beberapa taman yang kami lewati karena ingin cepat sampai di tujuan. Senang rasanya ketika melihat Royal Plaza menyambut kedatangan kami (hehe, lebay ya?). tapi kami melewatinya dulu untuk mencari rambu putar balik. Sepanjang mobil melaju tak satupun gambar panah melengkung kami temui. Kami baru bisa memutar haluan hingga ke Taman Pelangi. Busyet jauh banget puter baliknya atau mungkin kami saja yang gak tahu hehe. kami mengikuti antrean roda dua untuk masuk ke parkiran. Dan kami bisa bernafas lega akhirnya kami bisa sampai juga. Berasa jadi Dora The Explorer yang minta bantuan peta saat akan menuju suatu tempat hehe. dan akhirnya Berhasil, berhasil Hore (tapi gak pakek gaya ala Dora ya, hehe).

Kami langsung muter-muter sepuasnya untuk mencari barang yang dibutuhkan di Mall yang terletak di Surabaya bagian selatan ini. Sebagai orang yang diajak aku jadi pengikut saja. Paling Cuma masuk Gramedia buat beli buku yang aku cari. Seperti biasa kalau kita sudah bersama tak terhitung berapa kali kita naik turun escalator. Tak pernah berhenti sampai kami rasakan sakit dibagian kaki dan perut yang berteriak-teriak minta diisi. Berhubung dompet lagi tipis kami memilih makan di tempat yang hanya dengan 15.000 sudah dapat 2 porsi, hehe (dasar kere). Tak apalah keluar sebentar dari mall ini. Ternyata si penjual orang Madura. Tapi sayang porsinya sangat sedikit untuk ukuran perut kami yang sedang kelaparan. Setelah makan kita melanjutkan misi kita untuk mencari barang yang belum didapat. Tambah sore keramaian semakin menjadi tapi kami memilih keluar tepat jam 15.30. berhubung semua barang sudah didapat waktunya pulang agar tak kemaleman.

Dari Royal kami belok kiri dan terus lurus. Ada 2 alternatif jalan untuk pulang. Yang pertama mengikuti peta yang dibuatkan suaminya Fifi, tapi sepertinya agak rumit. Yang kedua terus lurus mengikuti jalan yang biasa dilewati untuk menuju Suramadu dengan bantuan GPS dari HP Fifi karena aku sendiri sama sekali gak hafal jalannya. Kami masih terus lurus hingga kami rasa jalan yang kami lewati salah. GPS yang kami harapkan juga tak dapat berfungsi karena ternyata Fifi juga belum fasih ngoprasiin tuh GPS. Mati deh! Biasanya aku yang akan merasa ketakutan kalau menghadapi masalah tapi kali ini wajah Fifi yang tampak pias, dia takut gak bisa pulang. Sementara aku yakin pasti bisa keluar dari kota pahlawan ini meski belum tahu bagaimana caranya untuk pulang. Fifi terus melajukan motor lurus untuk putar balik. Untunglah tak seberapa jauh Fifi berhasil memutar arah sehingga kami bisa belok kiri menuju arah taman pelangi. Kami memilih untuk melewati jalan seperti yang tertera di peta saja. Pertama kami harus belok kiri sebelum taman pelangi yakni jalan yang menuju arah BPS. Langkah pertama tak terlalu sulit karena aku cukup tahu dengan jalan ini. selanjutnya kami harus belok kiri di pertigaan sebelum BPS. Setahuku di sini ada 2 pertigaan, kami memilih belok kiri di pertigaan kedua karena di peta hanya tertera satu pertigaan. Untuk memastikan kebenaan jalan yang dilewati, aku mencoba bertanya pada beberapa orang yang tengah menjaga warungnya di pinggir jalan ini. berdasarkan pengalaman waktu berangkat tadi aku tak langsung menanyakan arah menuju suramadu melainkan bertanya tempat yang menjadi patokan dalam peta tadi yakni rumah sakit Menur. Sesuai petunjuk orang yang ditanya tadi kami belok kiri di pertigaan yang ada di depan. Tapi kami malah masuk ke perumahan yang jalannya berliku. Analisisku mengasumsikan kalau sebenarnya kami seharusnya tadi belok kiri di pertigaan yang pertama. Agar tidak memakan banyak waktu kami langsung kembali ke pertigaan yang pertama tadi dan belok kanan di sana. Benar saja setelah tanya pada orang di pinggir jalan mereka menunjukkan kalau kami harus lurus saja untuk ke RS Menur. Kami mencoba memadukan petunjuk peta dengan GPS yang tak begitu jelas arahnya untuk menemukan jembatan Suramadu. Rupanya GPS manual (peta) yang kami bawa lebih berfungsi dari pada GPS di HP, hehe. Lega rasanya setelah menemui RS menur berdiri tegak di kiri jalan.

2013-05-13 11.14.50

GPS manual Royal Plaza-Suramadu

Patokan selanjutnya kami belok kanan di perempatan dengan RS di seberang jalan. Tapi faktanya bukan rumah sakit yang kami temui melainkan DISPENDA. Fifi menelfon suaminya untuk mengklarifikasi. Suami Fifi bilang dia juga kurang ingat rumah sakit apa bangunan lain yang jadi patokannya. Akhirnya aku menanyakan patokan selanjutnya yakni mall Galaxy pada seorang bapak yang sedang mempersiapkan dagangannya. Si bapak menjelaskan mall Galaxy terletak di kanan jalan setelah kami belok kiri nanti. Berarti tak salah lagi kita berada di jalan yang benar. Ingatanku mulai berputar di jalan ini. Ada Asrama Haji di kanan jalan yang dulu pernah aku tinggali waktu ikut tes beasiswa pondok pesantren. Ya, benar. Aku pernah melewati jalan ini. Setelah melewati mall Galaxy kami akan melewati jalan bercabang. Dan kami belok kiri untuk menuju Suramadu sesuai yang tertera di GPS manual.

Tempat yang kami tuju mulai terlihat titik terangnya saat berada di perempatan yang jika belok kanan akan sampai di Jembatan Suramadu. Ah, akhirnya setelah melewati berbagai kebingungan dan kebimbangan kami menemukan jembatan yang kami tuju. Kami bersorak riang di atas dua roda yang terus melaju di atas jembatan terpanjang seasia ini. kami dapat bernafas lega setelah keluar dari keramain Surabaya. Yah begitulah, keyakinan dan kerja keras akan membuahkan hasil yang memuaskan. Karena seperti pepatah “Banyak jalan menuju ROMA”. Mentari bersiap kembali ke peraduannya seperti halnya kami yang juga akan kembali ke peraduan kami sebagai akhir dari ekspedisi kami hari ini. ini saja catatanku untuk ekspedisi yang sangat melelahkan tapi sangat mengesankan. semoga tulisan ini bisa bermanfaat terutama bagi yang mau menjelajahi kota Surabaya tapi belum mengenal jalannya. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s