Membuat SKCK dan Kartu Kuning

Denger-denger dalam bulan Juni ini pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan dibuka. Meski belum tahu tanggal pastinya aku langsung mulai mempersiapkan persyaratan vital yang biasa diminta dalam CPNS yaitu SKCK dan kartu kuning. Kedua kartu ini agak ribet ngurusnya apalagi kalau nanti dekat-dekat hari pendaftaran CPNS bakal rame dan antrean menjadi mengular. Jadi baiknya jauh-jauh hari dipersiapkan supaya nanti pas hari H tinggal melengkapi persyaratan lainnya seperti fotocopy ijazah, transkip nilai, dll.

Sebelum mengurus keduanya sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu syarat-syaratnya.

Syarat membuat SKCK:
a. Surat pengantar dr kades
b. rekom dari Polsek
c. Sidik jari
d. Surat
e. Fotocopy akte
f. Fotocopy KK
g. Fotocopy KTP
h. Foto berwarna 4×6 6 lembar

 
Syarat membuat kartu kuning:
a. Fotocopy ijazah SD-S1
b. Fotocopy transkip nilai S1
c. Fotocopy KTP
d. Foto 3×4 3 lembar
Kalau semuanya siap baru deh ngurus keduanya.

 
SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) ini dikeluarkan oleh Polres setempat. Berhubung alamatku di KTP adalah Pamekasan jadi aku ngurusnya di Polres Pamekasan. Sebenarmya aku udah punya SKCK, tinggal memperpanjang aja. Tapi aku ikut temenku yang baru ngurus hari ini jadi masih bisa bagi-bagi cerita cara mengurus SKCK.

 
Pertama-tama minta surat pengentar ke Kepala Desa untuk membuat SKCK. Bawa ke Polsek setempat untuk mendapatkan rekom dari sana. Siapkan fotocopy KTP dan uang administrasi Rp. 10.000. setelah mengisi formulir baru surat rekomnya diproses. Kalau sudah selesai langsung menuju Polres. Sebelum mengisi formulir terlebih dahulu ke tempat sidik jari karena menjadi salah satu persyaratan untuk mendapatkan SKCK. Di tempat sidik jari nanti diminta fotocopy KTP, foto berwarna 4×6 2 lembar, dan mengisi formulir. Kalau sidik jari sudah beres langsung aja ke tempat membuat SKCK dan mengisi formulir di sana. Kemudian kumpulkan semua syarat-syarat tadi dan tunggu beberapa menit (kalau tidak antre loh). Untuk uang administrasi Rp. 10. 000 kalau sudah selesai. Kemudian fotocopy untuk minta legalisir. Eh ternyata sekarang minta legalisir kena biaya lagi Rp. 5.000.

 
Untuk membuat kartu kuning langsung aja menuju kantor Disnakertrans. Cukup siapkan syarat-syarat seperti yang dipaparkan di atas lalu kumpulkan dan mengisi formulir. Tunggu beberapa menit, selesai (sekali lagi, ini kalau tidak antre loh ).

 
Note: untuk persyaratan dan biaya yang dipaparkan di atas sesuai berdasarkan tempat SKCK dan kartu kuning ini dibuat. Untuk wilayah lain bisa saja berbeda tapi mungkin tidak terlalu jauh lah.

Iklan

3 thoughts on “Membuat SKCK dan Kartu Kuning

  1. Kak,, untuk pembuatan kartu kuning untuk kerja di luar negeri, apakah persyaratannya juga sama?? Terutama ijazah? Apa harus dari SD-PENDIDIKAN TERAKHIR atau hanya pendidikan terakhir saja??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s