Pamekasan juga Punya Loh Bukit Kapur

B612-2016-02-21-15-17-35

Madura akhir-akhir ini begitu terkenal dengan wisata bukit kapurnya. Sebut saja Bukit Jaddih dan Bukit Pelalangan di Arosbaya Bangkalan Juga Batu Putih di Sumenep. Rupanya di Pamekasan juga ada loh hanya saja tidak tereksplore. Aku aja yang orang Pamekasan baru tahu.

Ide awalnya dari Dik Dian. Setelah dari Kaldu kikil Minggu kemarin kita kebingungan mau kemana lagi. Dik Dian ngusulin buat ke tempat penggalian batu bata di Blumbungan. Tapi kita tidak tahu dimana letaknya. Ikoh bilang dulu waktu kecil dia pernah main ke penambangan batu kapur gak jauh dari rumahnya. Kita setuju nyari tempat yang Ikoh sebutin. Eh tapi 2 kali ke tempat yang salah hasilnya nihil. Akhirnya Dik Dian nelfon temennya.

Kita ngikutin arahan dari temennya Dik Dian. Ke uatara Pasar Blumbungan dan belok kanan masuk ke gang dengan tanjakan yang tinggi. Ulva sama Dik Dian melaju gitu aja sementara aku dan Ikoh kesulitan naik. Motorku gak kuat nanjak dan mati. Rem depan udah aku cengkram dengan kuat tapi ban belakang lebih kuat menarik ke belakang sehingga motor yang ku kendarai melorot. Udah hampir gak kuat nahan motornya aku berusaha turun dan memiringkannya sementara Ikoh masih di boncengan. Untungnya kita bisa turun secepatnya dan bisa menjaga keseimbangan. Jantungku berpacu dengan lebih cepat tapi masih bersyukur tidak jatuh.

“Dik, tempat penambangan batu bata di sini dimana ya?” tanyaku pada anak laki-laki yang sedang duduk di atas motor.

“Buat foto-foto ya Mbak?” kita mengiyakan.

“Balik lagi aja Mbak, nanti ada jalan ke kiri masuk kesitu.”

Kita menemukan tebing vertical yang cukup tinggi. Di atasnya ada bapak-bapak yang sedang menambang. Kita udah masuk ke situ tapi si Bapak nunjukin buat lanjut. Agak ragu sih buat melanjutkan karena semakin ke sana kok kayaknya semakin sepi dan gak ada rumah penduduk. Ikoh sama Ulva jalan di depan sementara aku dan Dik Dian naikin motor di belakangnya supaya kalo ada apa-apa kita bisa langsung balik dan lari.

Kita terus mengikuti jalan hingga tiba di sebuah bangunan mirip lorong. Di bawah sana bekas galian tambang batu bata terisi air berhwarna kehijauan membentuk kolam. terlihat beberapa orang sedang menambang. Kita berhenti sebentar karena masih ragu buat masuk. Ulva sama Ikoh berjalan masuk dan aku mengikuti. Dan ternyata ada beberapa bekas galian dengan bentuk yang bagus. Entah ini disengaja atau tidak. Bentuknya artistik menurutku. Wow, keren. Eh tapi kok Dik Dian gak nyampek-nyampek ke sini. Kita balik lagi nyamperin dik Dian. Eh ternyata motornya kekunci setir dan sulit buat dibuka. Kita pikir sudah terjadi sesuatu.

JpegIMG-20160221-WA0050

Urusan kunci setir motor kelar kita masuk lagi. Dengan takut-takut kita mengambil beberapa foto. Tempat di sini sebelas-dua belas lah sama yang di Batu Putih Sumenep. Hanya saja warna batanya di sini bukan putih tapi abu-abu. Ternyata Pamekasan juga punya bukit kapur. Gak usah jauh-jauh buat mengunjungi bukit kapur macam ini. Buat orang Pamekasan cukup daang ke sini aja, di Blumbungan loh.

Aku melihat-lihat lebih ke selatan. Di sana masih ada lagi tempat yang lebih luas dengan beberapa orang yang sedang memancing. Yang ternyata tuh anak tetanggaku bareng temennya. Sampai di sini kita merasa kalau tempat ini tidak lagi menakutkan, hehe. Jadilah kita berselfie-selfie ria karena kita udah merasa nyaman berada di sini.

Masa-masa pencarian memang masa yang mendebarkan dan butuh sedikit perjuangan. Tapi ketika kita sudah menemukan dan merasa nyaman maka kita akan jatuh cinta.

Ya aku jatuh cinta sama tempat ini. Berasa berada di dunia berbeda dengan tebing dan bekas galian batu yang mengelilingi. Tempat ini cocok buat spot foto-foto. Instagramable banget. dan ini dia hasil jeprat-jepret kita.

B612-2016-02-21-15-14-56B612-2016-02-21-15-27-58B612-2016-02-21-15-28-36B612-2016-02-21-15-32-12B612-2016-02-21-15-34-25B612-2016-02-21-15-39-00B612-2016-02-21-15-40-19B612-2016-02-21-15-12-41

Hari sudah sore dan udah kelelahan juga. Sebelum pulang kita foto-foto dulu di lorong yang menjadi pintu masuk tadi.

B612-2016-02-21-15-50-28

Lorong yang menjadi pintu masuk

Di bekas galian yang terisi air itu ada beberapa anak yang sedang asyik mandi. Membuat tempat ini terasa lebih hidup. Gak kayak tadi pas kita baru nyampek.

B612-2016-02-21-15-56-07

Liat, beberapa anak sedang asyik mandi

Menurutku tempat ini berpotensi banget buat jadi tempat wisata. Seperti saudaranya di Jaddih, Arosbaya, dan Batu Putih. Harus lebih dieksplore lagi untuk menjadi lebih bagus dana man. Bersyukur menemukan tempat ini yang masih alami. Dan petualangan buat sampai di sini berasa banget.

 

Iklan

8 thoughts on “Pamekasan juga Punya Loh Bukit Kapur

  1. Ping-balik: Campur Lorjuk, Rawa Mangunan dan Pedelegan | Dear Titim

  2. Ping-balik: View Alam yang Hijau di Bukit Tinggi Daramesta | Dear Titim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s