One Day in Surabaya, Libur Tahun Baru 2017

one-day-in-surabaya

Liburan tahun baru kemarin tuh bisa dibilang hari libur nggak ya? Tahun barunya aja pas hari Minggu yang emang libur. Udah gitu gak ada tambahan libur lagi dari kantor, Apes banget kan. Hari Senin tetep masuk, kasian deh. Ya udah lah, dari pada nangis kejer meratapi nasib mending jalan-jalan aja mumpung lagi ada temen yang bisa diajakin jalan. Partner travelingku si Ila yang biasanya ngajar di hari Minggu lagi libur karena tanggal merah di tahun baru. Kita ngerencanain buat ke Surabaya (lagi).

Baca juga: Liburan Akhir Tahun, Jelajah Wisata Surabaya #Part 2

Rencananya kita mau berangkat hari Sabtu sore sepulang aku kerja. Seperti biasa nginep di Bangkalan dulu untuk meminimalisir biar gak terlalu capek. Tapi ternyata hujan turun mengguyur, mau gak mau kita harus berangkat hari Minggu jam 05.00 pagi. Jam segini jalanan masih sepi sehingga kita bisa lebih leluasa melajukan kendaraan. Lumayan bisa menghemat waktu tempuh yang biasanya 4 jam jadi 3 jam mungkin. Perjalanan kita pagi ini berjalan aman dan lancar sampai tiba di daerah Galis Bangkalan. Pas setelah jalan menikung dan menanjak,

“Wah, wah, kenapa nih?” aku membatin panik. Di belakangku sepertinya Ila juga begitu.

Motor yang aku kendarai tiba-tiba oleng sepertinya ada yang salah di bagian belakang. Secara spontan tanganku mencengkram setir lebih kencang untuk menahan keseimbangan. Untungnya aku gak terlalu ngebut sehingga motornya bisa lebih cepat aku kendalikan, gak sampek jatuh ataupun nyungsep. Beruntungnya lagi jalanan masih sepi, kalau aja ada kendaraan yang lewat gak tau deh apa yang bakal terjadi. Alhamdulillah, selalu ada hal yang patut untuk kita syukuri.

Setelah kita cek, benar aja ternyata ban belakang kempes. Seorang bapak yang berdiri tak jauh dari TKP menunjukkan bengkel pas di depan kita tapi sayangnya belum buka. Info dari si Bapak di depan juga ada bengkel, kita menuntunnya ke sana. Lumayan jauh dan ternyata juga masih tutup. Karena udah capek kita putuskan untuk menunggu di situ sampai buka. Sampai cukup lama kita nunggu belum buka juga, ternyata si empunya bengkel lagi gak di rumah. Kita ketemu sama anak laki-laki yang baik banget nuntunin motor kita balik lagi ke bengkel tempat TKP tadi. Sementara kita ngekor aja di belakangnya. Katanya sih dia pernah kerja di bengkel itu. Aku bersyukur Tuhan mempertemukan kita dengan orang baik saat kita dalam kesulitan. Ok, urusan ban belakang selesai kita lanjutkan perjalanan. Belum nyampek Surabaya aja ceritanya udah panjang ya. Lanjut deh, kemana aja kita?

Landmark Surabaya

Aku ngebet banget pengen foto-foto di depan landmark Kota Surabaya. Udah kayak orang ngidam aja. Ini gara-gara liat instagramnya Fifi yang foto di depan patung ikan sura dan buaya. Setahuku landmark Surabaya itu ada 2, di Skate&BMX park dan di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Ila mah pasrah aja aku seret dulu ke Skate&BMX Park sebelum ke tujuan utama kita. Kita memarkir motor di parkiran Delta Plaza kemudian berjalan ke arah belakang melewati parkiran mobil dan taraaaa sampailah kita di patung kebanggaan orang Surabaya. Kita ke sini karena jaraknya lebih dekat dari Jembatan Suramadu daripada ke KBS. Landmark Surabaya ini berada tepat di pinggir Sungai Kalimas. Dari mulut ikan sura ini air menyembur ke Sungai Kalimas yang lumayan bersih. Ini memang hanya keinginan kecil tapi karena bisa terealisasi rasanya tuh ada kepuasan tersendiri. Niatnya emang cuma mau foto-foto di depan landmark ini aja. Kita cuma sebentar, abis foto-foto lanjut ke tujuan utama kita.

Cuci Gudang Gramedia

Kita melaju di jalanan Kota Surabaya yang panas menuju Jl Ngagel Jaya 41-43 Surabaya. Di sana di Gramedia Exhibition lagi ada cuci gudang Gramedia dari tanggal 25 Desember 2016 – 8 Januari 2017. Ini alasan utama kita ke Surabaya. Urusan beginian Ila yang tahu. Temenku yang satu ini book lover banget jadi kalau ada cuci gudang atau diskonan kayak gini dia gak mau ketinggalan. Aroma buku menguar begitu kita sampai di pintu masuk. Terdapat banyak meja besar yang di atasnya bertumpuk begitu banyak buku. Sayangnya buku-buku tersebut terlihat berantakan sehingga kita jadi agak kesulitan dalam memilih buku yang ingin kita beli. Harga buku disini antara Rp. 5.000 dan Rp. 10.000, namanya cuci gudang pasti murah banget lah. Untuk buku-bukunya sendiri lebih banyak buku non fiksi, susah banget nemu buku fiksi di sini. Aku aja cuma beli satu buku tentang traveling sedangkan Ila beli beberapa buku dan itu gak nyampek Rp. 50.000.

 

Aku kok jadi pusing ya pas di sini. Sepertinya karena tadi berangkat dari rumah gak sarapan dulu. Sambil menunggu Ila yang sedang asyik hunting buku aku beberapa kali duduk di tangga untuk mengurangi pusing sambil menikmati Yummy Dessert Tea. Minuman menyehatkan dengan sensasi puding di dalamnya. Lumayan lah buat ganjel perut yang kosong. Botolnya lucu bisa ditulisin nama kita, juga instagramable banget, asyik buat foto-foto. Tadi berangkatnya kita mampir ke temennya Ila di Sampang yang punya usaha ini. Kita dikasih Yummy Dessert Tea ini sama Dek Aan. Makasih ya Dek Aan.

Taman Sakura dan Hutan Bambu

Ini kali kedua aku ke Taman Sakura dan Hutan Bambu, sebelumnya aku pernah ke sini waktu nganterin adikku tes masuk kuliah Universitas Airllangga (Unair). Aku mampir setelah adekku tes karena letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi tes yaitu di Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS). Ceritanya sambil menyelam minum air, hehe.

Setelah mengantongi beberapa buku di cuci gudang Gramedia kita melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya. Mengikuti panduan GPS kita menyusuri jalanan Surabaya daerah timur yang lumayan familiar kemudian muncul dari arah selatan Terminal Keputih. Kita memarkir motor di Hutan Bambu tapi tidak langsung masuk, masih nyari toilet ke Terminal Keputih buat menuntaskan panggilan alam gitu. Saat menunggu Ila aku memperhatikan sekeliling terminal yang tidak terlalu luas, cenderung sepi, tapi cukup bersih. Aku lihat angkot yang keluar masuk cuma satu macam kalau gak salah ingat berwarna hijau kombinasi cokelat. Di sebelah timur kios-kios penjual makanan berjejer rapi.

Adzan dhuhur terdengar berkumandang samar-samar. Sepertinya kita perlu mengisi bahan bakar dulu dari tadi perut udah berontak. Kita menyantap bekal makanan yang Ila bawa di dekat Taman Sakura. Abis makan saatnya kita berpetualang. Yuk!

Taman Sakura letaknya memang pas di belakang Terminal Keputih. Kalau mau ke sini dan belum tahu jalannya cari aja Terminal Keputih. Dari Terminal Keputih kita berjalan ke arah timur melewati arena bermain untuk anak-anak. Meski namanya Taman Sakura tapi aku tidak menemukan satupun bunga sakura di sini. Bunga-bunga yang ditanam berkelompok lebih banyak jenis bunga dengan dahan yang cukup tinggi sehingga bunganya sendiri tidak terlihat mencolok bahkan cenderung tidak kelihatan. Penataan tamannya juga menyulitkan, terlalu berkelok-kelok. Di samping itu semua salut buat Bu Risma, Walikota Surabaya yang menyulap bekas pembuangan sampah ini menjadi tempat yang bisa jadi alternatif hiburan di Surabaya. Kabarnya taman ini akan diperluas dengan ukuran yang super duper luas. Waktu pertama ke sini sekitar akhir bulan Juli 2016 masih dalam tahap pengerjaan penanaman bunga-bunganya. Aku sih ngarepnya pas ke sini lagi bisa melihat bunga-bunga yang berwarna-warni bermekaran dengan indahnya. Tapi sampai sekarang sepertinya belum banyak perkembangan. Panasnya aja masih sama.

Hutan bambu berada di seberang Taman Sakura. Di area taman Sakura juga ada 2-3 ruas jajaran pohon bambu yang ditengahnya membentuk jalan memanjang. Di sini lebih adem dengan angin yang sepoi-sepoi. Kita putuskan untuk berlama-lama di sini. Berfoto ria dengan berbagai gaya. Gak ketinggalan juga Yummy desert Tea yang lebih instagramable dari kita-kita. Kalau mau dapetin foto yang bagus dan bersih harus lebih sabar karena banyak sekali manusia yang berlalu-lalang. Siapkan gaya yang kece, tunggu sampai background di belakang bebas dari manusia lain, jepret deh. Kita aja sampai jungkir balik di sini. Dan ini dia hasilnya:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Hutan bambu di seberang Taman Sakura tempatnya lebih luas dan lebih ramai. Aku lihat banyak orang-orang yang sengaja pemotretan di sini. Kita cuma mampir sebentar di sini karena waktu semakin menipis.

Danau Angsa Unair Kampus C

Sebelum pulang menuju kampung halaman kita emang niat mau mampir shalat dluhur di masjid Unair Kampus A dulu. Tapi ternyata nyari pintu masuknya susah pemirsa. Aku udah pernah sih ke sini beberapa tahun lalu tapi aku beneran lupa, juga sepertinya banyak yang berubah. Tadinya mau masuk di pintu masuk rumah sakit Unair tapi kok gak yakin. Terpaksa kita harus puter-puter beberapa kali, mana muternya jauh banget dan panasnya menyengat banget. Ternyata eh ternyata pintu masuknya itu emang lewat pintu masuk di rumah sakit Unair itu tadi. Itupun setelah bapak penjual bakso di samping pintu masuk meyakinkan kami kalau kita tidak salah masuk.

Setelah berhasil masuk kita memarkir motor di dekat masjid. Bangunan masjidnya unik terlihat masih baru. Kabarnya masjid Ulul ‘Azmi ini baru diresmikan bulan Mei 2016. Kita ambil wudlu di lantai bawah dan untuk perempuan shalatnya di lantai 3. Adem banget di sini karena AC yang menyala. Di tengah ruangan tergantung lampu yang begitu mewah. Mungkin karena ini hari minggu masjid tampak lengang, hanya ada beberapa mahasiswa yang juga menunaikan sholat.

one-day-in-surabaya

Masjid Ulul Azmi Unair Kampus C

Danau (kolam Konservasi) di di sebelah masjid unair terasa lebih asri di tengah cuaca yang panas. Pohon-pohon di tepi danau membuat suasana lebih rindang. Ada beberapa orang yang sedang bersantai di tepi danau. Tempatnya kece, asyik buat foto-foto nih. Ada hal yang mengejutkan kami, ternyata seekor ikan berwarna orange berukuran cukup besar melompat dari dalam danasu. Ada begitu banyak ikan serupa di dalam sana. Ukurannya besar-besar. Aku pernah lihat di instagram ada angsa di danau ini. tapi sayang pas kita ke sana tak ada satupun angsa terlihat. Lagi bobok siang kali ya.

Danau ini kece banget, spot asyik buat foto-foto. Background jembatan di tengah danau membuat pemandangan lebih kece. Sayangnya kita gak sampek eksplore ke tengah jembatan karena waktu yang kita miliki semakin menipis.

Jam 2 kita sudah meninggalkan Kampus C Unair supaya tidak kemaleman pulangnya. Jika sesuai perkiraan kita akan sampai di Pamekasan sekitar jam 6an, maghrib gitu lah. Tapi apalah daya kenyataan berkata lain. Kita tertahan di daerah Torjun Kabupaten Sampang karena hujan deras mengguyur. Tidak memungkinkan untuk menerobos hujan sekalipun karena air hujan menggenang di sepanjang jalan karena hujan saking derasnya. Cukup lama kita menunggu dan hari semakin gelap, sebentar lagi petang segera datang. Meskipun hujan belum sepenuhnya berhenti kita tetap melanjutkan perjalanan. Aku mengusulkan untuk menginap di rumah temenku di Sampang jika tidak memungkinkan untuk pulang ke Pamekasan. Karena keterbatasan pandangan aku tidak bisa menyetir dalam kondisi hujan apalagi di malam hari. Tapi akhirnya kita memilih untuk melanjutkan perjalanan sampai tiba di rumah.

Sepanjang jalan itu Ila yang menyetir dan hujan tidak berhenti mengguyur sampai kita tiba di pamekasan sekitar jam 8 malam. Kondisi jangan ditanya lagi, jas hujan udah gak mempan dan kita basah kuyup serta tangan yang mengerut. Sebuah perjalanan menyimpan ceritanya sendiri. Ada banyak hal tak terduga yang kita jumpai selama perjalanan. Hal-hal semacam inilah yang membuat perjalanan kita menjadi lebih bermakna dan tak akan terlupakan. Tantangan seperti inilah yang menjadikan kita semakin kuat dan gak bakalan kapok untuk melakukan perjalanan semacam ini lagi.

Note: Akhirnya jadi juga tulisan ini setelah lama mengendap di memory laptop. Tulisan ini special for Ila Muizza, teman traveling paling tangguh. dae-bak.

Iklan

7 thoughts on “One Day in Surabaya, Libur Tahun Baru 2017

  1. Waoo… Hati2, postingan ini mengandung iklan. Hehe.
    Akhirnya diposting jga. Seperti biasa, ceritanya lengkap kap kap.
    Tim, aku punya cara supaya gak kelaparan lagi klo k Surabaya cuma sehari dr Pamekasan.
    Jadi belajar dr pengalaman kita sebelumnya, pas aku ke sby breng adek, aku kan bawa bekal. Kita makannya sebelum masuk tol suramadu. Aman deh perjalanan tanpa tiba2 pusing mendadak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s