Review: Storycake for Your Life “Bacpackers”

storycake-for-your-life-backpackers

Aku lupa gimana ceritanya buku berjudul Storycake for Your Life “Bacpackers” ini bisa masuk ke kantong belanjaan. Yang pasti ini adalah buku satu-satunya yang aku beli di Cuci Gudang Gramedia Surabaya. Sebenarnya pengen beli buku-buku fiksi tapi nyatanya lebih banyak buku non fiksi yang tersedia. Ada banyak buku bertema traveling, aku memilih satu tanpa banyak pertimbangan karena minat bacaku lagi down banget waktu itu. Fikirku percuma beli buku banyak kalau gak dibaca.

Nyampek rumah buku bersampul kuning ini tidak langsung aku baca, masih nganggur di rak buku. Iseng-iseng aku membuka halaman daftar isi, menyisir judul dan nama-nama penulisnya. Emang kebiasaan kalau baca buku antologi aku tidak membaca secara berurutan dari awal sampai akhir melainkan memilih tulisan yang menarik menurutku. Bola mataku terhenti pada nama penulis Mochamad Takdis di deretan kelima yang sepertinya familiar. Aku ingat, dia seorang travel blogger, aku pernah membaca blognya di www.whateverbackpacker.com.

Siem Reap, Awesome City judul tulisannya. Biasanya aku kurang suka baca cerita traveling luar negeri. Tapi baca tulisan Takdis ini adalah pengecualian. Ceritanya seru, gak bikin bosen, seperti katanya, dia explorer sejati banget. Sehari di Siem Reap aja ada banyak tempat yang dia kunjungi. Mulai dari menyaksikan sunrise di komplek Candi Angkor Wat, bersepeda keliling Kota Siem Reap dari bagian selatan sampek ke utara, makan di restoran halal H Musa, makan gratis di souvenir shop milik madam Shaciko, menikmati hingar bingar malam kota dengan kuliner malamnya yang beragam dan murah, juga menikmati keindahan malam di Siem Reap River. Dari semua hal itu menurutku pengalaman yang paling seru saat main ke kawasan sekolah dasar dan bermain permainan tradisional bareng mereka. Seru banget kayaknya dan keramahan penduduk di sana membuatnya memberi penilaian Siem Reap sebagai kota yang awasome.

Membaca tulisan Takdis membuatku ingin membaca cerita lainnya. Aku beralih ke tulisan pertama milik Lygia Pecanduhujan tentang cerita perjalannya ke Surabaya bertemu dengan teman-teman baru. Menghabiskan malam bersama mereka, nongkrong di pinggiran kali Brantas. Nama-nama dalam cerita ini Firman, Timur, Citra, Defy, membuatku inget sama senior LPM di kampus dulu.

Membaca buku ini seperti berada dalam satu forum, mendengarkan cerita perjalanan mereka dengan keseruannya masing-masing. Meski terbitan lama sekitar tahun 2013 tapi cerita perjalanan dalam buku ini tidak pernah basi. Pengalaman yang mereka dapatkan dari perjalanan memberikan banyak makna dan pembelajaran yang sangat berharga.

Aku sangat terkesan dengan cerita Mbak Niza A Elangit saat berbelanja di Pasar Tanah Abang setelah mengelilingi Masjid Istiqlal dan Monas. Dia hampir saja melewatkan shalat ashar karena kemaleman. Nyari mushola sudah tidak memungkinkan, untungnya ditolongin sama cleaning service yang tidak ia kenal sehingga doi tetep bisa sholat ashar meski dengan beralaskan kardus di pasar Tanah Abang yang sudah tutup. Kebaikan dari orang yang tidak kita kenal itu sangat bernilai apalagi saat kita sedang dalam kesulitan.

33 cerita perjalanan dalam buku ini sangat seru, sebut saja cerita Mbak Dee An, mancing bareng bapak-bapak di tengah lautan dan dia satu-satunya kaum hawa yang ikut. Kemudian mampir di Pulau Aur untuk berburu durian . Pokoknya banyak deh keseruan di buku ini yang bisa kita dapatkan, bulan Madu di Segara Anakan (Nur Maulidiyah), Backpackeran saat hamil 8 bulan (Sri Widyastuti), mengeksplore Kota Tua Lasem (Ida Fitri Astuti), Backpackeran dengan Bersepeda (Bang Aswi), backpackeran ala hitch-hiking atau menumpang kendaraan (Satu Cahaya Langit), main boomerang dan layangan bareng teman bule dari Australia (Dissa Syakina Ahdanisa). Itu semua pasti seru banget.

Cerita seru lainnya nih, Mbak Wuri Nugraeni dalam perjalanannya mengelilingi Kota Tegal dengan naik becak. Meninggalkan 2 tas besarnya di becak saat meliha-lihat bangunan tua. Udah sempat panik karena becaknya tidak ada di tempat semula sementara dompet dan tiket ada di dalam tas yang ia tinggalkan. Eh ternyata si bapak pemilik becak hanya pindah tempat untuk menghindari terik matahari. Melihat rasa syukur yang tak terhingga si tukang becak saat menerima uang 25.000 membuat Mbak Wuri terperangah. Tamparan keras baginya yang masih sering merasa kecewa dengan gaji di kantor yang jumlahnya jauh lebih besar. Bertemu bapak tukang becak dan penambang pasir yang bekerja tanpa mengenal lelah dan tanpa mengenal tanggal merah memberinya sebuah inspirasi bagaimana pekerjaan harus dilakukan dengan suka cita. Ini juga tamparan keras bagiku yang masih sering mengeluh dengan pekerjaan. Cerita ini mengajarkan untuk ikhlas dan bersyukur dengan pekerjaan kita sekarang.

Buku ini ditutup dengan cerita yang sangat berkesan dari Mbak Ima Zahra Fatimah, bertemu perempuan yang sangat baik dalam solo backpackernya di Maroko (Kampung halaman petualang Muslim paling berpangaruh di dunia, Ibnu Batutah). Mama Sa’idah namanya, perempuan baik berhati lembut yang menganggapnya sebagai anak. Saat berkunjung ke rumahnya di Fez disambut dengan sangat hangat seperti menyambut keluarga jauh meski mereka baru kenal. Aku turut merasakan ketulusan dan kebaikan hati Mama Saidah dalam cerita ini. Aku sangat terharu dengan ketulusan Mama Saidah.

Dari semua hal dalam buku ini ada satu hal yang cukup mengganggu. Paragraf dengan pengaturan align text left membuat tampilan dalam buku terbitan Gramedia ini terlihat berantakan. Bagian kanan paragraf yang tidak lurus di sebelah kanan membuat aktifitas membaca jadi kurang nyaman. Pemilihan fontnya juga terlihat monoton. Tapi di luar itu semua aku menikmati semua cerita dalam buku ini dengan sangat baik. Yang pasti membaca buku bikin tambah semangat buat jalan-jalan.

Info Buku:
Penulis : Lygia Pecanduhujan, dkk
Penerbit : Gramedia

Tahun terbit : Oktober 2013
Halaman: 252 hal

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s