Apa sih yang menarik di Gili Iyang?

batu-cangga

Assalamualaikum. Lebaran udah lewat nih, yang mudik udah pada balik lagi ke perantauan belum? Liburnya masih kurang ya? Sama, aku juga. Tapi mau gak mau harus kembali pada rutinitas awal. Aktifitas semakin padat tapi liburan tetap harus jalan ya. Nih aku kasih referensi tempat liburan khususnya yang ada di Madura.

Belakangan ini wisata kepulauan di Madura mulai menggeliat, sebut saja Gili Labak dengan pasir putih dan keindahan bawah lautnya, Gili Genting yang terkenal dengan Pantai Sembilannya. Nah ada satu lagi nih kepulauan di Madura yang gak kalah menarik, Gili Iyang. Udah pernah denger belum? Belum ya? Masak sih? Padahal udah terkenal banget. Itu loh pulau yang memiliki kandungan oksigen tertinggi ke dua di dunia. Pulau ini terkenal dengan sebutan “Pulau awet muda”. Nah cerita lengkap perjalanan menuju ke Gili Iyang baca juga ya di postingan sebelum ini. Aku kasih bocoran deh, klik di sini.

Tentang Pulau Gili Iyang

Secara administratif Pulau Gili Iyang masuk Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep. Terdiri dari 2 Desa yaitu Bancamara dan Banraas dengan luas pulau 921.2 Ha dan terdiri dari 9.185 penduduk. Kalau pulau-pulau lainnya identik dengan pantai berpasir putih, Gili Iyang lebih didominasi pantai-pantai karang.

Terus apa sih yang menarik dari Gili Iyang?

Kamu gak bakalan tahu bagaimana menariknya Gili Iyang sebelum kamu menginjakkan kaki di sana. Gili Iyang itu menarik bukan hanya karena memiliki kandungan oksigen yang sangat tinggi, tapi juga karena wisata alamnya yang eksotis. Ada banyak sekali tempat-tempat menarik yang bisa kamu eksplore. Aku aja cuma bisa mengunjungi 5 tempat wisata. Saking banyaknya gak semua tempat bisa aku datangi. Apa sajakah itu?

gili-iyang

Spot Oksigen Tertinggi

Pulau kecil ini terkenal karena memiliki kandungan oksigen terbaik ke dua di dunia setelah Yordania. Istimewa sekali bukan? Pada mulanya pada tahun 2005 Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengerjakan salah satu proyek pemasangan kincir angin sebagai pembangkit tenaga listrik. Meski proyek itu gagal dari pantauan satelit LAPAN menemukan bahwa kandungan oksigen di pulau tersebut cukup tinggi. Pada tahun 2006 dilakukanlah penelitian selama tiga bulan di pulau Gili Iyang dan hasilnya ditemukan bahwa kandungan oksigen di sana cukup tinggi mencapai 20,9% bahkan sekali waktu bisa mencapai 21,5%. Hal ini diperkuat dengan adanya penelitian lanjutan oleh Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP).

Sebenarnya belum dapat dipastikan dimana titik oksigen tertinggi itu berada karena selalu berpindah-pindah. Ada 2 lokasi spot titik oksigen yang bisa kita temui. 2 tempat ini merupakan beberapa tempat di mana LAPAN melakukan penelitian. Tempat yang aku kunjungi berada di pinggir jalan utama Desa Bancamara. Saat itu sedang dibangun gapura oleh Dinas Pariwisata Sumenep. Kita bisa berfoto di sekitar papan kayu bertuliskan “Anda berada di kawasan Titik Oksigen”. Gak ada apa-apa lagi sih di sana. Untuk merasakan kesegaran udara di titik tersebut tidak bisa hanya sebentar gitu. Usahakan bermalam baru bisa kerasa segarnya udara di Gili Iyang. Satu lagi spot titik oksigen yang bisa dikunjungi yaitu di Desa Banraas. Untuk titik tersebut aku tidak sempat berkunjung ke sana secara langsung.

Goa Sarepa

goa-sarepa

Goa Sarepa adalah tempat pertama yang kita tuju selepas shalat di Masjid Babus Salam. Berbekal denah Wisata yang kita temukan di depan masjid dan berkali-kali tanya ke orang kita menyusuri jalanan berpaving. Memasuki gang menuju rumah Kepala Desa Bancamara, terus mengikuti jalan menanjak dan berkelok yang tidak terlalu lebar hingga menemukan papan penanda letak Goa Sarepa. Tepatnya berada di Dusun Lembana Desa Bancamara. Menurut juru kunci, Goa ini pertama kali ditemukan oleh seorang perempuan bernama Sarifah (Sarepa). Goa Sarepa merupakan tempat persembunyian penduduk Gili Iyang pada saat penjajahan Belanda.

Dari luar tidak tampak adanya goa yang kita cari, pemandangan di sekitar hanya berupa tegal milik warga sekitar. Begitu memasuki pintu goa, mulailah terlihat betapa luas goa ini. Goa Sarepa memiliki 3 ruangan yang tidak terlalu gelap. Langit-langit Goa sangat tinggi dan berlubang di beberapa bagian sehingga cahaya matahari dapat menembus masuk dengan leluasa. Pahatan di dinding goa yang terbentuk secara alami begitu indah dan mengagumkan. Beberapa stalaktit dan stalagmit yang masih aktif berwarna putih berkilauan bisa kita temui di sini. Salah satu keunikan Goa Sarepa terdapat batu di dinding goa yang jika dipukul menimbulkan bunyi seperti bunyi gong. Ada pohon beringin yang tumbuh di langit-langit goa yang berlubang, akarnya menggelantung hingga ke dasar goa yang bisa jadi spot foto ala-ala tarzan.

Batu Cangga

Spot favoritku selama di Gili Iyang adalah Batu Cangga. Dari Pintu masuknya saja kita dapat melihat gradasi laut berwarna biru dan tosca. Nama Batu Cangga sendiri berarti batu penyangga. Dimana terdapat tebing karang yang membentuk langit-langit dengan batu karang berbentuk seperti pilar sebagai penyangga. Pemandangan di sini so amazing. Tebing-tebing karang terjal terpahat secara alami yang keindahannya membuat kita terhipnotis. Rasanya speachless menyaksikan pemandangan yang sangat menakjubkan. Mahakarya Sang Pencipta yang tidak siapapun dapat menandingi. Keindahannya tidak cukup hanya diungkapkan dengan kata-kata. Mungkin menurutmu agak lebay, tapi itulah yang kurasakan. Rasanya tidak percaya, ini Madura??? Madura punya tempat seindah ini? Madura memang keren, aku semakin cinta Madura.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ini tempat masih sangat alami dan sepi tapi bikin gak pengen pulang lihat pemandangannya. Kita ke sini di antar sama bapak-bapak, penduduk asli Gili Iyang yang kita temui di spot Titik Oksigen. Si bapak dengan ikhlas menjawab pertanyaan kita seputar Batu Cangga bahkan juga berperan sebagai fotografer, hehe. Tidak ada tarif pasti untuk masuk ke sini, cukup memberikan seikhlasnya pada si bapak yang berperan sebagai guide tadi.

Lokasi Batu Cangga tidak terlalu jauh dari Spot Titik Oksigen. Tepat di samping Spot Titik oksigen ada jalan kecil berupa tanah yang akan kita lewati menuju Batu Cangga. Butuh sedikit perjuangan untuk bisa sampai di sini. Kita harus melewati jalan setapak berupa tanah yang jaraknya tidak bisa dibilang dekat. Harus jalan kaki karena odong-odong gak muat lewat jalan ini. Beruntungnya kita bawa motor sehingga dapat menyusurinya sampai di depan pintu masuk. Belum lagi untuk mencapai spot batu cangga kita harus melewati anak tangga terbuat dari bambu yang cukup curam. Harus lebih hati-hati saat menuruninya ya. Memang sulit tapi kamu gak bakal nyesel memperjuangkannya bersamaku, eh.

Fosil Ikan Paus

Masih satu arah dari Spot Titik Oksigen. Kita mengikuti si Bapak yang masih bersedia menjadi tour guide kita. Dari jalan berpaving kita belok kanan melewati jalanan tidak beraspal. Gak terlalu jauh sih. Kita menyaksikan tulang belulang bertumpuk tidak beraturan di atas batu. Ada sebuah papan nama di dekatnya yang dibuat oleh anak-anak KKN dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Sayangnya gak ada keterangan lebih lengkap tentang fosil ikan paus ini. Semisal panjangnya yang mencapai 20 meter, pasti akan sangat membantu sebagai informasi bagi pengunjung.

Kebayang sebesar apa ya ikan paus ini saat terdampar pada tahun 2010. Kalau saja tulang-belulang ini disusun sesuai dengan kerangkanya. Dilihat dari jauh tulang-tulang ini seperti kayu kering berwarna putih. Tapi kalau di lihat dari dekat seperti tumpukan batu, pas diangkat juga berat banget bro.

Pantai Ropet

pantai-ropet

Pantai Ropet Gili Iyang

Memasuki Pantai Ropet kita disambut beberapa gazebo terbuat dari bambu beratap rumbia. Pantai Ropet menyuguhkan pemandangan batu-batu karang yang sangat indah dan airnya yang jernih. Ada banyak daun pandan yang tumbuh di sini. aku baru tahu pandan saat berbunga di sini. Lokasi Pantai ini dikelola dengan cukup baik. Sudah tersedia tempat sampah, jadi jangan buang sampah sembarangan ya. Tugas kita turut menjaganya supaya tetap indah.

Pantai Ropet menjadi destinasi terakhir perjalanan kita di Gili Iyang. Jujur masih pengen eksplore lebih banyak lagi. Tapi apa daya waktu tidak memungkinkan. Kita harus balik ke lokasi Spot Titik Oksigen jika tidak mau ditinggal sama orang Dinas Pariwisata Sumenep yang sudah bersedia memberikan tumpangan untuk pulang. Gili Iyang pulau yang mempesona. Pengen balik lagi buat melanjutkan petualangan ke tempat-tempat eksotis lainnya yang belum sempat tereksplore. Kalau kamu kapan ke Gili Iyang? Gak usah tanya lagi apa yang menarik di Gili Iyang. Kamu harus melihatnya sendiri.

Iklan

2 thoughts on “Apa sih yang menarik di Gili Iyang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s